BYOND.ID – Tunjangan Hari Raya (THR) merupakan salah satu hak karyawan yang paling dinantikan setiap tahun, terutama menjelang hari raya seperti Idul Fitri.
Namun, banyak yang masih bingung mengenai potongan pajak THR 2026 berapa persen dan bagaimana cara menghitungnya.
Padahal, memahami pajak THR sangat penting agar kamu tidak kaget saat menerima jumlah bersih yang berbeda dari nominal awal. Artikel ini akan membahas secara lengkap dengan bahasa yang mudah dipahami.
Apa Itu THR dan Apakah Kena Pajak?
THR adalah pendapatan tambahan yang diberikan perusahaan kepada karyawan menjelang hari raya keagamaan. Di Indonesia, THR wajib diberikan sesuai aturan pemerintah kepada pekerja yang memenuhi syarat.
Lalu, apakah THR kena pajak?
Jawabannya: YA, THR termasuk objek pajak penghasilan (PPh 21). Artinya, THR akan dikenakan pajak seperti gaji bulanan, karena dianggap sebagai tambahan penghasilan.
Potongan Pajak THR 2026 Berapa Persen?
Banyak yang bertanya, sebenarnya berapa persen pajak THR?
Jawabannya tidak bisa satu angka pasti, karena potongan pajak THR tergantung pada total penghasilan tahunan dan status pajak (PTKP).
Namun, secara umum pajak penghasilan (PPh 21) di Indonesia menggunakan tarif progresif berikut:
Tarif PPh 21 Terbaru:
- Penghasilan hingga Rp60 juta per tahun: 5%
- Rp60 juta – Rp250 juta: 15%
- Rp250 juta – Rp500 juta: 25%
- Rp500 juta – Rp5 miliar: 30%
- Di atas Rp5 miliar: 35%
Jadi, potongan pajak THR 2026 bisa berkisar antara 5% hingga 35%, tergantung penghasilan kamu secara keseluruhan.
Kenapa Pajak THR Terasa Lebih Besar?
Banyak karyawan merasa pajak THR lebih besar dibanding gaji bulanan. Ini karena:
- THR dihitung sebagai tambahan penghasilan sekaligus
- Masuk dalam perhitungan pajak tahunan
- Bisa membuat penghasilan naik ke lapisan pajak yang lebih tinggi
Akibatnya, tarif pajak yang dikenakan bisa lebih tinggi dari biasanya.
Cara Menghitung Pajak THR 2026
Agar lebih jelas, berikut langkah-langkah menghitung pajak THR:
1. Hitung Penghasilan Bruto Tahunan
Jumlahkan:
- Gaji bulanan × 12
- Tambahkan THR
- Tambahkan bonus (jika ada)
2. Kurangi dengan Biaya Jabatan
Biasanya sebesar 5% dari penghasilan bruto, maksimal sesuai ketentuan.
3. Kurangi dengan PTKP
PTKP (Penghasilan Tidak Kena Pajak) tergantung status:
- TK/0: Rp54 juta
- K/0: Rp58,5 juta
- K/1: Rp63 juta
- K/2: Rp67,5 juta
- K/3: Rp72 juta
4. Hitung PKP (Penghasilan Kena Pajak)
PKP = Penghasilan Neto – PTKP
5. Terapkan Tarif Pajak
Gunakan tarif progresif sesuai lapisan penghasilan.
Contoh Perhitungan Pajak THR
Agar lebih mudah dipahami, berikut contoh sederhana:
Data:
- Gaji: Rp5 juta/bulan
- THR: Rp5 juta
- Status: TK/0
Langkah:
1. Penghasilan tahunan:
Rp5 juta × 12 = Rp60 juta
- THR Rp5 juta
= Rp65 juta
2. Biaya jabatan (5%):
Rp65 juta × 5% = Rp3,25 juta
3. Penghasilan neto:
Rp65 juta – Rp3,25 juta = Rp61,75 juta
4. PTKP:
Rp54 juta
5. PKP:
Rp61,75 juta – Rp54 juta = Rp7,75 juta
6. Pajak (5%):
Rp7,75 juta × 5% = Rp387.500
Apakah Semua Karyawan Kena Pajak THR?
Tidak semua karyawan akan merasakan potongan pajak THR. Jika penghasilan kamu masih di bawah PTKP, maka:
👉 THR tidak akan dikenakan pajak
Namun jika penghasilan sudah melebihi PTKP, maka THR akan ikut dihitung dalam pajak.
Tips Agar Pajak THR Tidak Terasa Berat
Berikut beberapa tips yang bisa kamu lakukan:
1. Pahami Slip Gaji
Pastikan kamu memahami rincian potongan pajak.
2. Manfaatkan PTKP
Pastikan status pajak kamu sudah benar (menikah, tanggungan, dll).
3. Catat Penghasilan Tambahan
Agar tidak kaget saat perhitungan pajak tahunan.
4. Konsultasi dengan HRD
Jika ada potongan yang tidak dipahami, jangan ragu bertanya.
Perbedaan Pajak THR dan Bonus
THR dan bonus sebenarnya sama-sama dikenakan pajak. Namun perbedaannya:
- THR wajib diberikan
- Bonus bersifat tidak wajib
- Keduanya tetap dihitung sebagai penghasilan tambahan
Kesalahan Umum dalam Menghitung Pajak THR
Beberapa kesalahan yang sering terjadi:
- Mengira pajak THR flat (padahal progresif)
- Tidak menghitung penghasilan tahunan
- Salah menentukan PTKP
- Mengabaikan biaya jabatan
Hal-hal ini bisa membuat perhitungan pajak menjadi tidak akurat.
Kesimpulan
Potongan pajak THR 2026 tidak memiliki angka tetap karena menggunakan sistem pajak progresif. Secara umum, tarifnya berkisar antara 5% hingga 35%, tergantung total penghasilan tahunan.
Dengan memahami cara menghitungnya, kamu bisa:
- Menghindari kebingungan saat menerima THR
- Mengetahui jumlah bersih yang diterima
- Mengelola keuangan dengan lebih baik
Semoga penjelasan tentang potongan pajak THR 2026 berapa persen simak cara menghitungnya ini membantu kamu memahami sistem pajak dengan lebih mudah.
